← Kembali ke Dashboard
⚠️ Penting: Kurikulum Merdeka berbeda secara fundamental dari Kurikulum 2013. Banyak perbedaan struktur dokumen di DocuTeach berasal dari perbedaan filosofi — bukan kesalahan aplikasi. Silakan baca panduan ini sebelum menggunakan aplikasi.
1 DocuTeach adalah Alat Bantu, Bukan Pengganti Penilaian Profesional Guru

DocuTeach dirancang untuk membantu Bapak/Ibu Guru menyusun perangkat pembelajaran (Analisis CP, TP, ATP, Prota, Prosem, KKTP, Modul Ajar, dll.) secara lebih cepat dan terstruktur, mengacu pada prinsip Kurikulum Merdeka. Namun, keputusan pedagogis akhir tetap berada di tangan guru dan satuan pendidikan. Aplikasi ini tidak menggantikan penilaian profesional, kebijakan sekolah, maupun arahan dinas/pengawas setempat.

2 Mengapa Hasil dari DocuTeach Bisa Terlihat Berbeda

Kurikulum Merdeka sengaja dirancang tidak memiliki format baku tunggal. Berbeda dari Kurikulum 2013 yang menetapkan Kompetensi Dasar (KD) secara rinci per kelas, Kurikulum Merdeka hanya menetapkan Capaian Pembelajaran (CP) per fase dalam bentuk paragraf, dan menyerahkan penjabarannya ke satuan pendidikan.

Karena itu, wajar bila:

  • Satu TP terlihat “global” — mencakup satu bab/tema besar, bukan satu tujuan per pertemuan harian.
  • Rincian per pertemuan baru muncul di level Modul Ajar, bukan di level TP/ATP. TP yang sama bisa dipecah menjadi beberapa “Tujuan Pertemuan” yang lebih spesifik saat disusun ke dalam Modul Ajar.
  • Tidak ada angka KKM tunggal. Istilah KKM sudah digantikan KKTP, yang lebih disarankan berbentuk deskripsi, rubrik, atau interval nilai — bukan angka mati seperti 75 atau 80.
  • Urutan materi tidak harus sama persis dengan buku teks atau contoh ATP dari pusat. Guru punya otonomi menyusun ATP sesuai konteks siswa.

Jika hasil yang dihasilkan aplikasi terasa “berbeda” dari kebiasaan Anda menyusun dokumen di era Kurikulum 2013, kemungkinan besar itu bukan kesalahan aplikasi — melainkan perbedaan filosofi antara dua kurikulum tersebut.

3 Dasar Acuan yang Digunakan

Struktur dan istilah dalam DocuTeach mengacu pada:

  • Permendikbudristek No. 12 Tahun 2024 tentang Kurikulum pada PAUD, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Menengah
  • Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 tentang penyempurnaan kurikulum (pendekatan pembelajaran mendalam)
  • Panduan Pembelajaran dan Asesmen — BSKAP, edisi revisi terbaru
  • Dokumen Capaian Pembelajaran versi terbaru yang diterbitkan BSKAP

Catatan penting: Regulasi kurikulum di Indonesia bersifat dinamis dan dapat diperbarui oleh pemerintah dari waktu ke waktu. Tim DocuTeach berupaya memperbarui aplikasi mengikuti perubahan resmi, namun Bapak/Ibu Guru tetap disarankan mengecek pembaruan regulasi terbaru dari Kemendikdasmen/Kemenag setempat.

4 Fitur AI Generate: Perlu Ditinjau Ulang

AI hanya membantu mempercepat membuat dokumen. Namun, hasil keluaran AI selalu perlu ditinjau dan disesuaikan oleh guru sebelum digunakan secara resmi, karena AI dapat menghasilkan draf yang generik atau perlu penyesuaian dengan karakteristik siswa dan konteks sekolah Anda. Sangat disarankan sebelum membuat modul analisis CP untuk melakukan asesmen diagnostik dan mengisi konteks kelas.

5 Pertanyaan Umum (FAQ)

T: Kenapa TP di aplikasi ini cuma sedikit?
J: Karena TP memang dirancang menjadi “goals” yang lebih luas, bukan daftar objektif harian seperti KD di K13. Jumlah TP yang sedikit namun mendalam justru lebih sesuai prinsip Kurikulum Merdeka.

T: Apakah format dari DocuTeach ini “resmi” dari Kemendikbud?
J: Tidak ada format modul ajar/ATP yang baku secara nasional. Contoh yang disediakan pemerintah adalah referensi, bukan format wajib. DocuTeach menyediakan satu opsi struktur yang selaras dengan panduan resmi.

T: Apakah saya wajib pakai KKTP dalam bentuk tertentu?
J: Tidak. KKTP dapat berbentuk deskripsi kriteria, rubrik, maupun interval nilai — pilih yang paling sesuai kesiapan Anda dan satuan pendidikan.

6 Daftar Miskonsepsi Umum
1. "TP harus banyak dan rinci seperti KD di K13"
Fakta: TP bersifat goals (tujuan umum), bukan objectives harian. Satu TP bisa memayungi satu bab/tema besar yang dicapai dalam beberapa pertemuan.
2. "Format modul ajar/administrasi harus baku dari pemerintah"
Fakta: Tidak ada format resmi tunggal yang wajib diikuti. Contoh dari pemerintah adalah referensi, bukan harga mati.
3. "ATP harus persis sama urutannya dengan buku teks"
Fakta: Guru punya otonomi menyusun ATP sesuai logika belajar siswanya sendiri, selama tetap linear dan tuntas satu fase.
4. "Ketuntasan belajar masih pakai angka tunggal (KKM)"
Fakta: KKM sudah digantikan KKTP, yang lebih disarankan berbentuk deskripsi, rubrik, atau interval nilai — bukan angka mati seperti 75/80.
5. "CP harus habis diajarkan semua persis seperti tertulis"
Fakta: CP adalah kompetensi minimal; penjabaran kedalaman materi diserahkan ke sekolah sesuai kemampuan prasyarat siswa.
6. "Struktur kelas harus selalu reguler (tatap muka mingguan tetap)"
Fakta: Sekolah bisa memilih Model Blok, Model Kolaborasi (team teaching), atau Model Reguler sesuai kebutuhan.
7 Kata Kunci Riset Mandiri

Silakan cari di Google/YouTube untuk memahami filosofi Kurikulum Merdeka:

TP goals bukan objectives kurikulum merdeka TP global vs tujuan pertemuan modul ajar berapa jumlah TP yang ideal kurikulum merdeka cara merumuskan tujuan pembelajaran dari CP ATP tidak boleh bercabang linear satu fase menyusun alur tujuan pembelajaran mandiri KKTP vs KKM kurikulum merdeka kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran rubrik format modul ajar tidak baku kurikulum merdeka Panduan Pembelajaran dan Asesmen BSKAP edisi revisi Permendikbudristek 12 tahun 2024 kurikulum merdeka Capaian Pembelajaran CP per fase bukan per kelas